Hah, Ada Lemak Baik vs Lemak Jahat

2021 Jul 13

Selama ini, lemak memiliki reputasi yang buruk di masyarakat karena sering dikaitkan dengan berbagai macam penyakit. Padahal seperti halnya film The Avengers yang memperlihatkan karakter dua sisi, lemak juga memiliki jenis yang baik dan juga yang jahat. Ada lemak-lemak yang dibutuhkan oleh tubuh dan ada jenis lemak yang sebaiknya kita hindari. Tapi sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu lemak?

 

Seperti karbohidrat dan protein, lemak adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Fungsinya adalah membantu menyerap vitamin. Tanpa lemak, gimana caranya vitamin dalam tubuh kita bisa terserap? Diserap pake kanebo? Hehe. Selain itu fungsi lemak adalah sebagai sumber energi. Saat kita memakan makanan yang memiliki kandungan lemak, lemak tersebut akan dibawa ke hati. Nggak semua hal yang dibawa ke hati itu artinya baper lho, hehe. Di dalam hati, lemak kemudian diproses menjadi kolesterol. Kolesterol inilah yang nantinya disebut lemak baik dan lemak jahat.

 

Secara umum, lemak dibagi menjadi dua macam yaitu lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Lemak jenuh adalah lemak yang asalnya dari hewan, semua produk susu (susu, keju, es krim, dll), atau dari tanaman seperti minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh dibutuhkan tubuh tapi jumlahnya nggak banyak, hanya 10 persen dari kalori harian kita. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kita sebaiknya mengatur asupan lemak jenuh biar nggak terlalu banyak. Karena hal itu yang bisa memicu hadirnya low density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat. Lemak jahat ini lah yang menjadi penyebab penumpukan kolesterol di sel-sel tubuh dan pembuluh darah. Penumpukan lemak di sel-sel tubuh bisa menyebabkan obesitas, sedangkan penumpukan lemak di pembuluh darah bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menjadi resiko utama terjadinya serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer.

 

Lemak tak jenuh adalah lemak yang baik untuk dikonsumsi demi pembuluh darah yang lebih sehat. Kita bisa menemukan Lemak tak jenuh dalam kandungan minyak zaitun, alpukat, dan beberapa kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah, dan kacang-kacangan lainnya. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh akan menghasilkan high density lipoprotein (HDL) atau lemak baik. Lemak baik, membawa kolesterol yang berlebih di pembuluh darah kembali ke hati untuk dijadikan garam empedu yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh. Lemak baik ini bisa membantu mengurangi penumpukan lemak di tubuh sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

Sekarang sudah tahu kan mana lemak yang baik dan mana yang jahat, Diasweeters? Lemak nggak selamanya jahat, jadi bijaklah dalam menentukan makanan apa yang harus kita konsumsi demi keseimbangan nutrisi tubuh kita.

Comment

Konimex adalah salah satu industri farmasi terbesar di Indonesia. Selain memperkuat industri farmasi, Konimex memperluas jaringan bisnis ke beberapa bidang lain yang berkaitan dengan kesehatan, dengan memanfaatkan esensi bahan alami dalam setiap produknya.  Baca Selengkapnya

KONIMEX © Copyright 2014